Sabtu, 14 Oktober 2017

PULAU KECIL DI SUNGAI SUCI

Di sepanjang pantai pesisiran Provinsi Bengkulu, di sejumlah titik yang terjadi abrasi oleh Samudera Hindia, telah memunculkan pulau-pulau kecil di dekat pantai. Pantai Sungai Suci yang hanya lebih kurang 15 km dari pusat Kota Bengkulu, memiliki sebuah pulau kecil yang menarik.




Kata suci dari nama yang lekat untuk nama pantai ini, adalah magnet pertama untukku mendatanginya. Cuaca cerah dengan sinar matahari yang memadai pabila melakukan pemotretan. Segera saja aku bergerak ke arah utara dari pusat kota. Melalui jalan lintas pantai barat yang menghubungkan Kota Bengkulu dengan Kota Padang.

Masyarakat kini sudah mengetahui bahwa kawasan Pantai Sungai Suci merupakan objek wisata. Pantainya memang terlihat masih alami. Belum terlihat kehadiran beton. Baik sebagai penahan ombak ataupun kehadiran bangunan yang merusak pemandangan.

Yang ada hanya jejeran sejumlah pondok masyarakat yang berkedai minuman dan makanan. Bangunan pondok berbahan kayu dan beratapkan daun rumbia. Tidak berdinding. Tidak dijadikan tempat usaha sekaligus rumah kediaman si pemilik kedai. Seperti umumnya di banyak objek wisata, dimana kedai berubah fungsi di dalam kawasan objek wisata hingga menjadi pemukiman. Padahal hal tersebut hanya akan mendatangkan persoalan tersendiri, dilemma dan merusak keberadaan objek wisata.




Pantai Sungai Suci terletak di Desa Pasar Pedati, Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah. Terbentang sebagai daerah pesisiran lebih kurang sekitar 25 km. Meskipun dikenal sebagai Sungai Suci, tak ditemukan sungai di tempat ini. Hanya satu aliran air dari sedikit areal rawa yang bermuara ke laut.

Tak jauh dari aliran air ke laut ini, kita sedikit mendaki kontur tanah pinggir laut, maka sampailah kita pada pemandangan alam, berupa terbentuknya sebuah pulau yang berdekatan dengan daratan. Bentukan pulau kecil ini, akibat abrasi Samudera Hindia sepanjang musim.

Pada saat pagi hari berada di kawasan ini, kami hanya menjumpai sepasang suami isteri yang sudah berusia tua di salah satu kedai pondok yang menghadap ke Pulau Kecil. Mereka adalah penduduk setempat yang berjualan makanan dan minuman. Menurutnya, pengunjung akan ada pada petang hari. Akan ramai pada hari Sabtu dan Minggu.




Menurut ibu itu, pada hari lebaran Iedhul Fitri waktu lalu, pengunjung Pantai Suci sangat ramai. Umumnya wisatawan yang datang dari luarkota Bengkulu. Pada hari-hari tertentu terkadang datang wisatawan yang dihantar biro perjalanan dari luar daerah.

Kawasan ini selain daerah pemukiman penduduk juga adalah tanah kebun. Terlihat tanaman-tanaman sawit. Agar pengunjung dapat mencapai pulau di depan pantai, para pedagang setempatlah kabarnya membangun sebuah jembatan gantung. Setiap pengunjung yang menggunakan fasilitas jembatan, dimintakan “sumbangannya.”




Kini di sekitar Pantai Suci selain tempat bersantai, juga sebahagian orang menjadikannya sebagai lokasi memancing dan mencari batu akik (*) copyright: abrar khairul ikhirma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar