Jumat, 13 Oktober 2017

MALAM CRUISE TASIK (2)

[Berkesempatan melakukan pemotretan dengan hanya mengandalkan sebuah camera pocket 20.1 mp, diantara acara resmi penutupan Seminar Internasional Sastera Melayu, yang diselenggarakan Numera Malaysia dan Masjid Abdul Rahman bin Auf Kuala Lumpur, malam 30 September 2017 di atas kapal pelancongan di Cruise Tasik, Putra Jaya]




Menunggu di dermaga selepas maghrib
Desir angin menyalami selamat ketibaan
Mencium ujung jemari persaudaraan
Tanpa bertanya dari manakah asalmu
Dengan bahasa Melayu

Cahaya lampu yang disinarkan
Sebelum jatuh ke tasik menyeka keringat
Di wajah tahun yang telah berlalu
Namun bayang itu adakah penghormatan
Bagi sepasang jejak tertinggal di tepian
Kusebut namamu tuan Mahathir
Sesaat sebelum temali dilepaskan
Dari tambatan warisan dikukuhkan
Di cinta yang bersyair




Pada malam di bahagian terdepan
Dua baris meja di dua lambung kapal
Berlayarlah kata-kata dengan berjuta barisnya
Memperjelas keserumpunan
Terhidang di satu piring santapan
Siapa dirimu
Apa katamu
Kemana tujuanmu
Bila malam berakhir disambut pagi nanti
Setelah ini

Bacalah wahai yang berlayar di tasik kehidupan
Salalatus salatin tersimpan di perpustakaan
Bacalah hikayat yang dituliskan masa lalu
Syamsudin Pasai – Abdul Rauf Singkil
Nuruddin ar Raniri
Jangan biarkan berkubur keterlupaan
Di sana sejarah dipertaruhkan




Seluas dunia yang dibentangkan
Apa daya mata dan hati terkatup terpenjara
Seperti pohon tumbuh seketika
Seumpama hidup tak dimulai dari kandungan
Berlayarlah malam harungi tasik
Air menggenang di lubuk paling dalam
Di sebatang tubuh kebanggaan
Bergantung buah kehidupan

Di kapal bernama Kelah
Serombongan musafir kata berqalam
Diriwayatkan sepotong nama itu
Adalah nama sejenis ikan hidup di tasik
Alangkah banyak nama-nama pada gelap
Hanya pengembara makna dianugerahi
Bila ia punya setitik cahaya pelita
Maka berlayarlah ia di sastra
Dengan hati




Alif
Katamu
Hanya katamu
Tegak lurus berdiri sendiri
Ada fajar di ufuk timur
Horizon di kaki langit barat
Utara tujuan hasrat memula
Ke selatan titik kepergian
Alam yang dibentangkan
Bacalah

Sepasang sendok makan dan garpu
Di piring kaca putih bersih
Jangan hanya berdo’a
Kata malam pada malam.

[CruiseTasik, PutraJaya, Malam 30 September 2017]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar