Minggu, 15 Oktober 2017

MALAM CRUISE TASIK (3)

(Malam Penutupan Seminar Internasional Sastera Melayu Islam, diselenggarakan di atas kapal motor bernama “Kelah,” perlahan menyisir Cruise Tasik, Putra Jaya, Malaysia)




Mengharungi permukaan tasik wajahmu
Adalah memasuki urat nadi malam
Tepat di jantung kata menggumpal
Tersimpul tali ikatan nusantara
Di kumparan waktu Alif-Ba-Ta-Tsa
Mim sampai ‘Ayn bacalah Kemala

Berlayarlah malam nafas Melayu berpadu
Bertemu darah tercecer sepanjang peta
Sekalah bola mata bersembunyi di kelopak
Tersebab kau tidak jua mendabik dada

Teruslah berlayar teruslah beristighfar
Teruslah beralif teruslah berikrar
Teruslah berqalam teruslah beriqra’
Nama Mu terbaca di lubuk paling dalam
Kapal ini di tasik madah dan warkah
Melayari samudera kehakikian




Bukan kapal tak bernama kau tumpangi
Tidak pula tasik tak dapat kau tulisi
Di sini malam tiada bersauh malam
Berlayar menjumpai ombak di ucapmu
Menghadang badai kau kirimkan musim
Mengapung di tasik sejarah tak punah
Tenggelam dirindu tiada bertepi

Aku datang
Kami berdendang
Kita menjulang

Kembang layar matamu binar berpendar
Kepak sayap membubung asap tak senyap
Teguhkan petuah tak kan Melayu mati
Tak mati di tangan waktu regenerasi
Karena dermaga Mu berlabuh di sini

Duabelas hitungan telah digurindamkan
Raja Ali Haji, kitab-kitab, syair-syair
Berkelindan di lidah Melayu
Menghidupkan Amir Hamzah
Bertamadun dalam serumpun
Seribu tahun dikehendaki Chairil Anwar
Buka kitab, bacakan:
Hidup berarti sekali
Meradang di kulimahmu
Memandang surahmu
Aku di sini berpantang sepi

Allah tikamanmu itu di jantung hari
Karenanya hidup beral-kitab
Bertujuan beradat beradab
Berlayar berpulau berdermaga
Di sini jangkar kau kabarkan
Siratal mustaqiem




Telah kau petik dari tasik tiada bersenyap
Riak pun tak kau lihat tiada tertakik berdetik
Malam bersama malam bersulam ilham
Musafir kata mengembara irama

Wahai laksamana berdiri di ujung malam;
Jebatkan Ronggowarsito Ahmad Taufiq
Kasturikan duka Patani Phaosan Jehwae
Lekirkan syair gurindam Iberamsyah Barbary
Lekiukan liku Lillahi taala Dodo Abidarda
Di buritan tegaklah bertanjak berselempang
Keris kata berbaris kalimat beriradat

Aku berlayar Tuah aksara merebut Taming Sari
Padamu hikayat malam kuseru Hang;
Wahai nusantara berjagalah di depan
Lanun berkapal merompak keteguhan
Bajak pengecut di belakang berkhianat
Cahaya Mu semakin pekat mendekat




Kugenggam erat bahasa sebagai mantra
Kupeluk budaya menjadi jiwa
Kudekap erat Tuah dalam darah

Pada Sumatera kupantunkan
Di Semenanjung kusenandungkan
Pada Selat Melaka kusyairkan
Di Laut Cina Selatan kugurindamkan
Di tasik tiada kan muram
Di samudera tiada kan padam

Alif
Katamu dalam qalam
Alif
Kataku walau diam
Kelah jangan kau berkilah
Tenggelam.


(Cruise Tasik, Putra Jaya, Malaysia, 30/9/2017)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar