Rabu, 10 Juni 2020

BENTENG JEPANG GADIS CINA


Di benteng pertahanan Jepang, di sudut halaman Dinas Kesehatan Kota, bersebelahan dengan trafo listrik, ada sekolah dasar, di sudut persimpangan jalan Hang Tuah itu, hari Sabtu bertemu dengan janji yang padu

Adalah waktu petang di ujung Jalan Diponegoro, menikung ke kanan Jalan Muhammad Yamin, jika lurus ke arah Utara, Jalan Pemuda yang terbelah dua, ke kiri tempat biasa menyeberang Jalan Hang Tuah kisah lama, di ujung jalan terakhir, cinta pun bertemu laut yang manja.

Mata sipit, kulit putih bersih, suara tak kulupa Gadis Cina di jiwa, langkah pelan kitapun tertawa kala cerita menantimu di depan gereja, helai rambutmu di kening selalu kusentuh, hatiku terjuntai di sana dimainkan puisi luruh, pernah ditulis tapi lupa dibaca, kau pun terkesima.

Benteng itu telah dibenam di tempat ia berdiri, hilang sudah di pandangan zaman berlalu, bangunan Kesehatan itupun sudah berubah, kenangan petang itu kubasuh tanpa gelisah, sambil berdiri sendiri dalam hujan di seberang perempatan jalan berkesan, lalu setelahnya, kupergi sebagaimana kau pun mulanya pergi.

Abrar Khairul Ikhirma
Padang awal tahun 2020

Sabtu, 06 Juni 2020

Orang Baik di Taman Impian Ancol


AKU telah salah turun dari bus gratis Wira Wiri Taman Wisata Ancol.

Aku turun tidak di pintu keluar stoplat busway. Tapi pintu naik bus umum dan kendaraan pribadi.

Aku memastikan kesalahan ku ini, dengan menemui seorang petugas yang setia duduk di ruang kerjanya. Ternyata benar.

Aku balik keluar dari mana aku turun semula. Di ujung tangga yang jalannya tidak ramai itu, kulihat seorang petugas, sesuai dengan seragam yang dikenakan.

Aku tidak tahu apakah itu petugas Ancol atau vendor yang ada di Ancol. Seorang wanita masih sangat belia. Dia di atas sepeda motor matic hendak berangkat. Sepertinya habis shifnya. Hendak menuju pulang.

Aku bertanya kepada nya apakah jauh jarak antara pintu ini ke pintu stoplat busway. Dengan ramah ia menjawab jauh juga untuk ditempuh jalan kaki.

Belum sempat aku berpikir, mengetahui bahwa aku salah turun ini, si wanita ini menyeru teman laki-lakinya yang juga hendak pulang bersamanya, agar menumpang kan ku ke Marina.

Ayo pak. Seru teman laki-lakinya itu menawarkan tumpangan yang berada tidak jauh dari nya. Tak kalah ramahnya.

Aku diantar ke stoplat busway oleh mereka berdua. Setelah mengucapkan terimakasih, keduanya berkata padaku, hati-hati pak!

Alhamdulillah
Aku berterimakasih kepada pekerja di Ancol yang baik itu, kepadaku sore tadi.
Semoga Allah selalu melindungi mereka dengan kebaikan.
Amin.