Kamis, 17 Agustus 2017

MALAM DI MONUMEN THOMASS PARR

Malam kedua berada di Kota Bengkulu, barulah ada keinginanku untuk bersantai, menikmati suasana malam di kota ini. Dengan hanya berjalan kaki dari Malabro, menuju kawasan Pasar Kampung, tepatnya ke Monumen Thomass Parr.




Kawasan Pasar Kampung menghadap ke Monumen Thomas Park, sekitar benteng peninggalan Inggris, Fort Marlborough, merupakan salahsatu titik untuk menikmati kuliner pada malam hari di Kota Bengkulu. Dimana sejumlah pedagang memanfaatkan ruang terbuka, mendirikan warung tenda berjualan, memanjang sejajar dengan pagar pasar yang memisahkan dengan lahan kosong monument.

Sebahagian besar pedagang-pedagang kuliner ini, perantau dan keturunan berasal dari Minang  ---Sumatera Barat. Sehingga tidak heran, membaca nama-nama warungnya “berbau Minang.” Termasuk jenis kuliner yang tersedia minuman dan makanannya seperti, nasi goreng dan sate. Meskipun pedagang dan pelayannya berbahasa dan berlogat Bengkulu.

Aku ingin mencoba minum teh talua, minuman khas Orang Minang. Bagaimana pula rasanya “buatan” orang di rantau. Memesan minum dari salah satu warung di depan Pasar Kampung dan menikmatinya sambil duduk-duduk santai di Monumen Thomas Parr. Karena kulihat sekitar monument tidak ada orang. Lagi pula bagiku, lebih santai duduk di udara terbuka, dibandingkan duduk dalam warung, dengan bangku dan meja terbatas.

Seperti yang sudah-sudah, kawasan monument hanya diterangi berkat biasan cahaya dari lampu warung di sekitar pasar. Sebuah lampu penerang dari tiang tak jauh dari monument, cahayanya tidak begitu membantu monument sebagai salah satu icon sejarah Kota Bengkulu. “Bergelap-gelap” pada malam hari di Kota Bengkulu, tampaknya sudah hal biasa. Apa memang “keterbatasan” ketersediaan listrik atau memang “ketidakmampuan” pemerintahnya melakukan “terobosan,” meskipun Kota Bengkulu juga adalah Ibukota Provinsi Bengkulu.




Orang Bengkulu mengenal monument ini sebagai Kuburan Bulek. Letaknya berdekatan dengan Pasar dan Benteng Marborough. Monumen ini adalah monument unik. Memiliki nilai sejarah bagi dua pihak. Bagi pihak Inggris, adalah monument tewasnya Residen Thomass Parr karena dibunuh rakyat Bengkulu. Sedangkan bagi rakyat Bengkulu sendiri, monument ini adalah bukti perjuangan mereka dalam menegakkan perjuangan.

Siapa Thomass Parr ??? Thomas Parr (1805-1807) adalah Residen penguasa Inggris ke empat puluh Sembilan, diangkat pemerintah Inggris (Residen pertama pertama Bengkulu, penguasa sebelumnya di sebut Deputy Governor). Thomas Parr Menggantikan Deputy Governor Walter Ewer (1800-1805). Thomas Parr dikenal sebagai penguasa Inggris yang angkuh dan ganas, dia adalah orang pertama yang memperkenalkan tanaman kopi dengan tanaman paksa di Bengkulu.

Kiranya niat hati untuk duduk bersantai di Monumen Thomass Parr, malam ini selepas waktu sholat Isya, tidak kesampaian. Cuaca yang semula sudah membawa udara lembab, tiba-tiba berubah dengan turunnya gerimis, lalu seketika menjadi hujan menderas.

Akhirnya, berlarian masuk ke dalam salah satu warung tenda di depan pasar, hanya beberapa meter dari monument. Menunggu sesaat, barulah pesanan minuman yang tadi dipesan dihidangkan ke hadapan. Bisa jadi, suasana yang diharapkan tidak berwujud, berpengaruh pada minuman yang tak sepenuhnya aku nikmati (*)


[abrar khairul ikhirma]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar