Selasa, 08 November 2016

JOESNA ROESTAM ANWAR, “MAMA” PARA SENIMAN PADANG



PARA seniman masa tahun 2000 ke bawah, khususnya yang beraktifitas di Kota Padang, Sumatera Barat, hampir semua mengenal “Sang Mama” Joesna Roestam. Kalau pun tidak akrab, setidaknya mengenal namanya. Bukan tersebab hanya beliau isteri seorang budayawan dan impresario Roestam Anwar tapi, beliau sendiri adalah seorang pengabdi seni. Senang berkomunikasi dengan seniman-seniman yang aktif berkesenian. Menonton pertunjukan kesenian, mendatangi pameran atau pun mengikuti kegiatan diskusi.




Pada ulang tahun Mama Joesna ---begitu panggilannya oleh banyak orang--- di 29 Juni 2013, aku mendesain kartu ucapan ulang tahun, untuk dipublikasikan pada teman-teman fb. Karena aku sudah sangat lama tak pernah berjumpa beliau, semenjak akhirnya aku mengundurkan diri dari kehidupan komunitas kesenian di daerahku.

Mama Joesna adalah orangtua angkatku, karena dalam rentang waktu yang lama, aku pernah menjadi salah seorang “warga Hotel Minang” dan “warga rumah di Jalan Perak,” Padang, dimana dua tempat itu menjadi tempat tinggal Keluarga Roestam Anwar.  Aku pun menjadi “anak” diantara anak-anaknya; Anida Kristine, Emil Demitra, Widia Fagritza dan Riri Amalas Yulita. Hingga ada istilah, aku menjadi “anak yang tak bernomor.” Artinya tidak berada dalam urutan anaknya yang empat orang itu. Semasa itu, aku disebut “anaknya si Babe” baik dalam keluarga maupun bagi orang-orang kesenian. Babe, panggilan untuk Roestam Anwar bagi kalangan seniman.

Alhamdulillah, ramai memberikan ucapan selamat pada si Mama yang berulangtahun, ketika gambar ucapanku diposting di fesbook. Beberapa hari kemudian, pada kotak comen, postingan itu ditanggapi salah seorang saudaraku, Riri Amalas Yulita, bermukim di Bandung, mengabarkan:

“Arkhi. Aku sangat terharu membaca tulisan ini... Tergesa gesa Aku menuju kamar mama. Mama sedang mengaji di tempat tidur. Hampir 3 bulan terakhir kegiatan Mama mengaji terus tak henti-henti. Aku paksa Mama berhenti mengaji... Karena biasanya selesai mengaji Mama langsung tidur..., Aku buka facebook dan Aku lihatkan tulisan ini. Mama membaca dengan seksama dan menyeletuk, Tagak ---berdiri--- bulu ramang Mama “mambaco” tulisan si Arkhi ko ... Aku timpali, Aku beritahu si Arkhi beko (nanti) Ma, kalau Dek tulisan ko baranti Mama mengaji Dek nyo.... Terimakasih “again” Arkhi.... Taragak bana kami bisa bakumpua Mama Jo kawan kawan di Banduang... Sekedar membuat gembira Mama. Awak charter pesawat yang Langsuang Padang-Banduang tuuu…. baa agak Ati....(bitu biaso nyo papa Roestam mampadasoan awak sadonyo...)” (Minggu, pukul 21:56 melalui seluler).

Siapa sebenarnya Joesna Roestam Anwar  dimataku?



Kutuliskan begini di atas gambar ucapan di hari ulangtahunnya di tahun 2013:
“Beliau piawai memainkan alat music gitar, biola, accordion dan tentu saja piano. Tak banyak yang mengetahui ia paham farmasi dan menguasai sejumlah bahasa asing. Ia seorang Seniwati Sejati. Namanya dikenal tahun 1960-an dan 1980-an oleh banyak seniman Ranah Minangkabau. Ia penyanyi tempoe-doeloe di zaman Orkes Gumarang berkibar. Di zaman persahabatannya seniwati lukis dan koreografer tari legendaries Indonesia, Hoerijah Adam.

Sesungguhnya…, ia seorang isteri yang setia, santun dan tabah untuk memahami, mendampingi Roestam Anwar, pengusaha, budayawan dan impresario, yang berperan penting dalam kesenian dan kebudayaan di Sumatera Barat, ketika Minang “mambangkik batang tarandam.”

Ia juga Mama yang baik untuk anak-anaknya dan buat kehidupan para seniman dan budayawan.
Dan sungguh, satu denting ketukan piano itu, banyak maknanya…” (*)

abrar khairul ikhirma
Juni, 2013

2 komentar:

  1. Sosok ibu yang memiliki kharisma tidak hanya untuk anak-anaknya tetapi juga buat teman anak-anaknya...bangga memiliki cerita bersama keluarga Roestam Anwar. kami berlima bersaudara dan masing-masing kami berteman dengan ke empat putra dan putri beliau sesuai dengan umur dan angkatan kami. pas banget, kakak tertuaku berteman dengan Uni kris, kakak perempuanku berteman dengan da Emil. Aku sendiri dengan Boy dan adik laki-lakiku dengan Riri...hanya adik bungsuku yang tidak ada pasangannya. Ibuku cukup dekat dengan Ibu Joesna dan boleh dibilang keluarga Roestam Anwar adalah teman keluarga kami. Ada bagian cerita bersamaa keluarga ini selama kami berada di Tanah Minang. Teriring salam dan doa buat semua keluarga Roestam Anwar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, beliau adalah ibu seniman yang baik.
      setidaknya tulisan ini sebagai penghargaan untuk Sang Mama, salam

      Hapus