Rabu, 05 Oktober 2011

Sekali Merengkuh Dayung, Tiga Pulau Terkunjungi

SELASA 4 OKTOBER 2011.
Tidak ada rencana untuk bepergian hari ini kecuali menikmati minum pagi di salah satu kedai minum di Pantai Gandoriah. Segelas te-talua (minuman khas daerah setempat) dan sepiring lontong sebagaimana biasanya adalah santap pagi bagiku. Setelah itu melangkah keluar, menyeberang jalan kecil, lalu hup! sampai di pasir pantai yang hanya berjarak beberapa meter saja dari kedai minum itu. Menyaksikan kesibukan para nelayan dan pedagang ikan di tepi ombak. Kapal-kapal penangkap ikan yang disebut juga dengan “bagan” merapat ke pantai di waktu pagi dan menurunkan hasil tangkap mereka untuk dijual.

Ikan-ikan dimasukkan dari bagan ke dalam keranjang-keranjang dan dibawa dengan biduk ke pantai. Di tepi ombak saja, para pedagang sudah “menyerbu” untuk dapat membelinya. Terutama jika musim ikan sulit memenuhi kebutuhan pasar. Ikan-ikan sekeranjang dua keranjang akan mengalami harga jual yang mahal. Bahkan bisa sekeranjang seharga 800 ribu sampai satu juta rupiah! Ternyata bagan tak mendapat hasil tangkap yang luarbiasa hari ini. Jadi hanya sebentar saja tempat biasanya menurunkan ikan dari bagan itu langsung menjadi sepi.


Aku belum hendak meninggalkan kawasan pantai makanya, aku berjalan menuju kerindangan pohon waru dan ketaping yang tumbuh sepanjang pantai. Di antara tempat-tempat makan di bawah kerindangan pepohonan itu terdapat semacam “pangkalan” nelayan. Tempat mereka berkumpul, pergi dan pulang melaut. Kelompok nelayan ini memakai biduak bercadik yang digerakkan mesin berkekuatan 5 sampai 9 PK. Cara tangkap mereka adalah pancing yang mereka sebut juga tekniknya kail, marewai dan manundo. Mereka melaut sejauh 2 atau 3 jam ke tengah dari pantai jika cuaca sedang baik.


Baru saja aku mau duduk di pangkalan nelayan, dua teman nelayanku Kak Saad dan Silen mengajakku untuk ke pulau. Keduanya memang sering pergi ke pulau-pulau kecil di depan pantai untuk “manjalo ikan” di sekitar pulau. Mereka siap untuk berangkat. Aku menolak tawaran mereka, karena memang tidak ada rencana sama sekali dan tidak punya persiapan saat itu. Pakaian maupun makanan dan minuman. Namun mereka keras mengajakku, begitu juga teman-teman nelayan yang tidak melaut mendesakku pula untuk pergi dengan mereka itu ganti jalan-jalan.


Sudahlah… akhirnya aku ikut juga dengan kedua teman nelayanku itu. Sudah lama memang, aku merencanakan untuk ekspedisi kecil-kecilan ke pulau-pulau di depan pantai Tiram, Sunua, Karan Aur, Gandoriah dan Naras itu. Namun selalu saja belum mendapatkan momen yang tepat. Sekarang ada yang mengajak pergi ke pulau diantara pulau-pulau yang disebutkan, apa salahnya ??? Keberangkatan yang spontan ini akhirnya aku ikuti. Dan sampai siang aku dapat menjejaki tiga pulau yakni Pulau Ujuang, Pulau Tangah dan Pulau Anso Duo. Jadilah bak menyitir kata pepatah, sekali melakukan perjalanan, tiga pulau terkunjungi…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar