Jumat, 10 Februari 2017

LEPAS PANDANG DI JEMBATAN SERANGAI BENGKULU



Sebahagian besar jalan antara Kota Padang ---Provinsi Sumatera Barat--- menuju Kota Bengkulu ---Provinsi Bengkulu--- berada di pinggir pantai Samudera Hindia. Selain melintasi perkampungan penduduk dan kebun-kebun sawit, pandangan sepanjang perjalanan selalu menemukan view laut lepas, muara sungai dan teluk yang indah.




Jalan lintas antar provinsi yang disebut juga jalan pesisir barat ini, memang kaya dengan pemandangan yang menyejukkan pandangan, terutama yang sudah terbiasa hidup di keramaian kota-kota besar, dengan jalan raya penuh kendaraan dan bangunan-bangunan beton, akan merasakan sensasi tersendiri.

Bagi yang memiliki kesukaan touring, jalur Kota Padang – Bengkulu jalur pesisiran ini banyak yang menyukainya. Daerah Propinsi Sumatera Barat bagian Selatan dan Daerah Bengkulu bagian Utara, adalah wilayah yang kaya dengan pemandangan alam pesisiran. Dalam beberapa jarak saja bergerak, serasa ingin berhenti sejenak menikmati pemandangan dan mengabadikannya.




Dalam kesempatan melintasi jalur pesisiran dengan sepeda motor, di perjalanan beberapakali berpapasan dengan turis-turis asing yang bertouring bersama sepeda dayungnya. Mereka tanpa rasa lelah terlihat menikmati tantangan jalur cukup panjang itu. Walau pun harus melalui daerah-daerah tanpa penduduk, maupun panas terik sinar matahari.

Tak dapat dipungkiri, pesisiran barat Pantai Sumatera memiliki view amat menarik hati. Terbayangkan tidak salah kemudian menarik perhatian penjajah Portugis, Inggeris maupun Belanda berdatangan merapati muara sungai dan teluk, lalu menguasainya sebagai wilayah pertahanan dan mengambil hasil alam dan perkebunan daerah di masa lalu.




Sepanjang daerah selatan Propinsi Sumatera Barat yakni daerah Kabupaten Pesisir Selatan, hampir secara keseluruhan jalan berada bersisian dengan kawasan pantai. Selama perjalanan akan mendapati muara sungai yang besar, kawasan teluk dan pemandangan lepas laut dengan ombaknya silih berganti menemui pantai.

Ketika sudah berada di daerah utara Provinsi Bengkulu, tepatnya Kabupaten Bengkulu Utara, selain mendapati kebun-kebun sawit maha luas, sewaktu-waktu kita terbawa sesuai jalur jalan mendekati kawasan pantai. Dimana di kawasan pantai ini, akan terlihat keganasan ombak Samudera Hindia menggerus sepanjang daratan. 

Abrasi yang terjadi di sepanjang pantai, meninggalkan jejaknya yang artistic. Ada yang ditemui membentuk dinding, ada membentuk pulau-pulau kecil, bahkan teluk-teluk kecil, dimana saat gelombang besar terjebak ke dalam teluk, mendatangkan suara mistis alam yang berulang.

Seperti di daerah Urai, Ketahun, di tempat terbuka yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia itu, meninggalkan pemandangan dinding kerusakan abrasi tapi menarik dan unik. Dinding batu berwarna merah bata, penuh dengan lipitan dan aksentuasi warna-warna alami. Di lokasi ini, hampir tidak dilewatkan bagi mereka yang melewati daerah Urai untuk berhenti sejenak mengabadikan view ini.

Diantara banyaknya spot menarik yang aku temui, salah satunya selain di Urai-Ketahun, aku juga menemukan di daerah Serangai, tepatnya di Jembatan Serangai, dimana jarak jembatan dengan pintu muara hampir berdekatan dengan laut. Sergai daerah utara yang sudah terbilang dekat dengan Kota Bengkulu. 




Sungai yang terbilang lebar itu, tepat di bahagian pintu muaranya berdiri sebuah pulau kecil yang terbentuk akibat gerusan abrasi laut. Karena posisinya itu, membuat keindahan tersendiri bagi daerah ini. Pulau kecil ini berfungsi penahan dan pemecah datangnya gelombang memasuki kawasan sungai. 

Ada dua kali dengan waktu berbeda aku menyempatkan berhenti sejenak di Jembatan Serangai ini. Turun mendekati bibir pintu muara. Ternyata saat berada di pintu muara, terlihatlah pemandangan lapang kiri kanannya, menemukan pemandangan pantai yang dihantam abrasi dengan lekuk kan artististik. 

Saat kedatangan, merasa bersyukur, kiri kanan spot ini, belum ada bangunan-bangunan yang seperti biasanya “merusak” keindahan alam lingkungan di berbagai objek menarik. Pohon-pohon kelapa tumbuh subur, dan ruang terbuka sangat lapang.

Di dua kali kesempatan berhenti singgah di Jembatan Serangai ini, aku beruntung mendapati waktu laut sedang pasang naik dan pasang surut. Juga dapat pemandangan menarik, sebuah perahu nelayan pulang melaut, dengan sigap menembus detik-detik mendebarkan di pintu muara, dapat dengan selamat memasuki sungai, meskipun suasana laut sedang bergolak dan gelombang sangat tinggi (*)

abrar khairul ikhirma
abrarkhairul2014@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar