Kamis, 09 Februari 2017

BUKU-BUKU SASTERA DITERIMA PADA TAHUN 2014 – 2016



Dalam kemeriahan acara kegiatan sastera di berbagai momen dan tempat, diiringi juga tumbuh suburnya penerbitan buku-buku sastera. Ada yang memang diterbitkan pada penerbit label tapi begitu ramainya penerbitan indie. Beragam kualitas “kesastraan” dan beraneka mutu cetak bertebaran dimana-mana dan kemana-mana. Tak terhindarkan, diantara riuh-rendahnya suasana sastra, sejumlah buku pun sampai ke tanganku.




Seperti tak jera, aku selalu mengatakan bahwa aku mengalami “kesukaran” dalam membaca, sehingga dalam waktu bertahun-tahun sudah “menghentikan” membeli dan membaca terutama buku-buku bacaan. Aku sudah tidak lagi mengunjungi toko buku dan tidak lagi tahu buku apa yang baru diterbitkan.

Termasuk sebagaimana kelaziman trend saat ini, kirim berkirim buku. Aku “berhindar” dan tak pernah berharap mendapat kiriman. Bisa jadi dimungkinkan aku tidaklah berperan benar dalam suasana kemeriahan helat sastra, tak juga aktif membina hubungan di media social dan didukung juga, aku tak pernah mencantumkan alamat. Karena memang cara hidupku sendiri sampai saat ini masih “tanpa alamat.”




Ketika menghadiri “Anugerah Puisi Dunia Numera 2014” di Dewan Bahasa Pustaka Kuala Lumpur – Malaysia, bulan Maret 2014, aku telah menerima sejumlah buku, pemberian langsung dari penulis bukunya, antara lain: 

MALING KONDANG, Kumpulan Puisi Syarifuddin Arifin, Penerbit Teras Budaya-Jakarta. 2012

ONGKAK, Kumpulan Cerpen Fakhrunas MA Jabbar, Penerbit Aneuk Mulieng Publishing-Banda Aceh, 2010

RISALAH MELAYU NUN SERUMPUN, Antologi Puisi Peserta Anugerah Puisi Dunia Numera 2014, Editor: SN Ahmad Khamal Abdullah dan Umar Uzair, Penerbit Numera-Malaysia, 2014

‘AYN, Kumpulan Puisi Kemala, Penerbit Dewan Bahasa Pustaka Kuala Lumpur-Malaysia, 2012

TITIK!, Kumpulan Puisi Rosani Hiplee, Penerbit ITBM-Pena-Malaysia, 2014

SASTRA SASTRI DALAM PUISI, Kumpulan Puisi Sastri Yunizarty, Penerbit Fam-Publishing-Kediri, 2013




Mendapat kiriman Dato’ SN Ahmad Khamal Abdullah dari Malaysia, di awal tahun 2016, buku Antologi Puisi CAKAR NANAR, Puisi-puisi Anti DLP Hirisan Sembilu Penyair Tanah Air, Antologi Puisi selenggaraan Ahmad Khamal Abdullah, Penerbit Numera-Malaysia, 2016




Ketika menghadiri “Temu Penyair Asean 2016” di Dewan Bahasa Pustaka, Kuala Lumpur-Malaysia, bulan September 2016, aku kembali menerima sejumlah buku sastra dari panitia penyelenggara dan teman-teman sastra: 

PUISI WADAH SUARA KEMANUSIAAN, Editor Mohamad Saleeh Rahamad, Penerbit ITBM-Pena-Malaysia, 2016

ILTIZAM, Kumpulan Puisi Zubir Osman, Penerbit ITBM-Pena-Malaysia, 2015

OPERA NYONYA CANTIK, Kumpulan Drama Pentas, Amelia Hashim, Penerbit ITBM-Pena-Malaysia, 2014

DARI HITAM PUTIH MENJADI ZARAH, Kumpulan Puisi Rosmiaty Shaari, Penerbit I Man Creative, Melaka-Malaysia, 2011

BANGLADESH-MALAYSIA POETS SUMMIT 2015-SOUVENIR, Penerbit Kathak-Numera, Bangladesh-Malaysia, 2015

TRUTH WITHOUT FEAR, Kumpulan Puisi Sastri Bakry, Penerbit Pustaka Senja

PRINCESS ZAKIYAH, A Collection of Short Stories, Amelia Hashim, Penerbit Amelia Hashim, Kedah-Malaysia, 2016








Ketika berkesempatan hadir pada Malam Mensyuarat Persatuan Penulis Negeri Melaka PENAMA-Malaysia, dalam rangka persiapan “Malam Puisi Sungai Melaka 2016” yang aku hadiri acaranya, Latty Latisa, seorang penulis, memberikan buku, UNTUKMU IBU, Antologi Puisi & Cerpen, Diselenggara oleh Ac Jaffrie & Zarir Ali, Penerbit Pena Padu Press, Melaka-Malaysia, 2016




Sebelum meninggalkan Melaka untuk kembali ke Indonesia, Lily Siti Multatuliana, yang aktif mengikuti kegiatan sastra memberikan buku, PUTERI ZAKIYAH, Kumpulan Cerpen Amelia Hashim, Penerbit ITBM-Pena-Malaysia, 2013.

Terimakasih atas pemberian buku-buku tersebut. Tentulah dengan maksud untuk dapat aku membacanya. Tetapi dengan penuh maaf, tanpa mengurangi rasa hormat dan bukan berarti tidak menghargai pemberian serta tidak menghargai nilai karya sastra yang sudah susah payah ditulis dan diupayakan untuk dapat terbit. Akan tetapi sampai saat ini, secara keseluruhan aku belum dapat meluangkan waktu untuk membacanya tersebab “kesukaran” yang aku alami. 

Ada beberapa buku yang sudah diterima itu memang sudah terniat untuk membacanya, andaikan memiliki kesempatan dan tentu saja tidak kesemuanya, aku membuat tulisan sebagai apresiasi dari seorang pembaca, hitung-hitung sekadar “mencatatkan” buku tersebut di blog pribadiku, sehingga bila ada yang “mencari” siapa saja lewat aplikasi google dapat menemukannya.

Yang sudah aku catatkan dalam blog pribadiku antara lain, “Risalah Melayu Nun Serumpun, Souvenir Bangladesh-Malaysia Poets Summit 2015, Antologi Cakar Nanar dan Puisi Wadah Suara Kemanusiaan.”

Bila memiliki kesempatan, ada terniat akan “meneruskan” diantara buku-buku ini, diberikan pada “orang yang tepat” atau disumbangkan kepada perpustakaan, agar dapat dibaca oleh banyak orang (*)

abrar khairul ikhirma
abrarkhairul2014@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar